Senin, 19 Desember 2011 - 0 komentar

Sejarah IAID ( Institut Agama Islam Darussalam)

.
. Halloo,,,, temen-temen,,!!!
                            Upsss,,,salah...hee ...

                                        Harusnya Assalamu’alaikum,,, yua!!!

Berbicara tentang sejarah IAID (Institut Agama Islam Darussalam), IAID di diririkan pada tanggal 01 Juni 1970. Perguruan ini dengan menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan (Ponpes Darussalam) sehingga sudah lama dipercaya oleh pemerintah dan massyarakat untukmendidik para calon-calon sarjana ulama yang cendekiawan yang selalu memiliki misi keislaman. Menurut informasi juga jumlah alumninya mencapai ribuan,,,wOoow. Dan insyaallah akan slalu bertambah dari tahun ke tahun amiiin,,
Temen-temen mau tau gak pas IAID di bangun/diresmikikan jumlah fakultasnya ada berapa?? Berdasarkan info yang aku baca sihh..katanya hanya memiliki satu fakultas yaitu fakultas Syari’ah saja. “wahh,,hemzz” tapi gak apa-apa temen-teme,,itu kan dulu,,kalau sekarang dah bertambah donkk..karena melalui usaha keras..sehingga sekarang IAID bertambah Fakultasnya jadi tiga..yaitu..
Ø Fakultas Syari’ah (Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah).
Ø Fakultas Tarbiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam & Program Studi pendidikan Guru Madrassah Ibtidaiyah).
Ø Program Pascasarjana/S2 (Program Studi Pendidikan Islam).
Nah,,,itu Sejarah singkat IAID
Berbicara sedikit tentang pengalamanku kuliah di IAID,meskipun belum terlalu lama baru semester tiga tetapi banyak perubahan yang aku rasakan pada diri aku pribadi  sejak kuliah disanah,,, pastinya yang fositif donkk.. !!! dari masalah berpakaian yang dulunya aku harus di gegemreng sama mamah aku, supaya aku harus slalu pake rok,dan jangan berpakaian yang ngetat banget..nah pas masuk IAID kan wajib tuhh,,pake rok,trus baju gak boleh ketat,krudungnya juga mesti yang lebar,,trus satu lagi...Harusss pakee kaoss kaakii..jangan pake spatu doank..
Dalam hati ku berkata..”.ohhh..mamah..ini nasehat & do’a mu..hehehe..” tapi gak apa-apa dengan seiring waktu aku mulai nyaman dengan semua ini..dan mulai terbiasa. Dan seiring waktu juga dengan ilmu yang ku dapatkan dari sanah aku merasa bersyukur sekalih allah masih sayang kepada ku sehingga aku masih bisa memperbaiki pakaian ku meskipun belum sesempurna mungkin. Dengan perubahan ku sekarang membuat mamah aku tak perlu lagi marah-marah Cuma masalah pakaian ku dan yang terpenting juga keluarga ku suka dengan perubahan aku saat ini..

Itulah ceritaku temann....
Apa ceritamu???




Wassalam......
Baca Selengkapnya ....
Jumat, 02 Desember 2011 - 0 komentar

Masih Layakkah Kita Menyesal ??

Regret ,,

ampun gusti, menyesal

Penyesalan selalu datang terlambat. Ya. Hal itu sangat tidak bisa di hindari, memang betul adanya, kita sadari atau tidak, penyesalan selalu datang terlambat. Dan kita selalu berpikir, kenapa semuanya harus terlambat, kenapa tidak di pikirkan dulu sebelum melakukan sesuatu, kenapa tidak seperti ini tapi malah seperti itu, dan berbagai macam pikiran lainnya yang sangatlah membuat kita menyesal, dan terus menerus menyesali keadaan.

But, hey. Nobody is perfect. We made mistakes. Kita tidak bisa merubah apapun yang sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana merubah dan melakukan usaha yang kita bisa untuk membuktikan bahwa kita bisa bangkit dari semua penyesalan itu. Jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. Always remember that everything happens for a reason. Mungkin terkesan klise, tapi memang seperti itulah kehidupan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, lusa, atau pun beberapa tahun yang akan mendatang. Kita tidak akan pernah tahu. Tapi satu hal yang perlu kita tahu, kalau semua yang ada di dunia ini adalah pelajaran. Sekecil apapun itu, hargailah pelajaran yang diberikan untuk kita.

Penyesalan bisa untuk hal apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Dan mungkin, penyesalan yang paling besar adalah ketika kita melakukan kesalahan yang sangat sederhana namun berakibat besar untuk orang yang kita sayang. Orang yang kita sayang itu bisa sahabat, pacar, dan juga keluarga. Namun ketika kita sudah melakukan kesalahan kepada orang yang kita sayang, rasa penyesalan itu selalu tidak pernah ada habisnya. Dan disaat seperti itulah kita baru disadari tentang hidup. Hidup yang tidak pernah ada habisnya dari segala cobaan..

Dari penyesalan tersebut seringkali terpikir untuk bisa diberikan kesempatan satu kali lagi, untuk kita memperbaiki semuanya. Walaupun kita telah berulang kali menyakiti, dan diberikan kesempatan berkali-kali, tapi tetap saja kita tanpa sadar terus menyakitinya. Dan disinilah pelajaran yang sangat berharga kita dapatkan. Kita baru akan tahu bagaimana rasanya menyesal dan merasa seperti orang bodoh dengan hal yang kita lakukan ketika kita sudah hampir atau bahkan kehilangan semuanya. Hal kecil yang kita lakukan membuat orang yang kita sayang berpikiran untuk pergi dari kita, dan di detik itu juga kita sadar kalau kita tidak ingin kehilangan orang yang kita sayang. Kita merasa ini adalah benar-benar titik balik kita dimana semua yang kita lakukan adalah salah dan sangat menyesali semuanya dan kita akan melakukan apapun untuk bisa memperbaiki semuanya. Namun, tidak semua bisa memberikan kesempatan itu. Nasi telah menjadi bubur. Dan disinilah kita belajar bagaimana seharusnya kita menghargai orang yang kita sayang. Sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kita. Dan buktikan ke mereka kalau memang kita worth itu untuk mereka.

Dari hal inilah, ada yang ingin saya sampaikan. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Sedikitpun. Jangan pernah. Karena sekali kita menyia-nyiakan, kita bisa saja langsung kehilangan segala sesuatu yang telah kita miliki. Dan ketika kita sudah ada di titik dimana kita sangat menyesal, jangan hanya berbicara, namun berbuatlah sesuatu untuk membuktikan kalau kita ingin dan benar-benar mau memperbaiki semuanya agar bisa menjadi seperti dulu. Namun ada yang harus disadari, segala sesuatu mungkin saja tidak bisa 100% kembali, tapi selama kita diberikan kesempatan, bersabarlah dan terus berusaha untuk buktikan kalau kita memang worth it.

A second chance is very tricky. If you want to prove you are worthy of it, then you have to prove it. Things can work out if you really learn from mistakes..

Komitmen, kejujuran, dan kerendahan hati. Itulah hal yang selalu diingat untuk menjadi orang yang berharga. Karena penyesalan sangat memberikan pelajaran, berapa besar kepercayaan orang ditentukan oleh berapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Dan sekarang saatnya, sebelum semua terlambat, mulailah untuk menjadi orang yang bisa membahagiakan orang yang kita sayang. Buktikan kalau kita pantas untuk mereka.

Masalah yang kita lalui memang tidak mudah, tapi tetap percaya kita bisa melalui semuanya. Dan berterima kasihlah kepada orang yang masih mau bersama dengan kita, walaupun kita telah menyakiti nya berulang kali, dan masih membukakan pintu hatinya untuk kita. Orang yang telah menyadarkan kita seberapa besar kesalahan kita selama ini dan kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu, walaupun semua tidak akan sama. Tetapi teruslah berusaha.. Sampai kapanpun.

Jujur, adalah kunci dari semuanya. Jujur kepada diri sendiri, kepada semua orang, kepada kenyataan.. Berterima kasihlah kepada orang yang telah memberikan kita pelajaran yang sangat berharga akan arti sebuah penyesalan dan kesempatan. Mohon maaf kepada semua yang telah kamu sakiti, dan yakin kalau kita akan berubah, menjadi lebih baik.. :)

"Being stupid sometimes is better because we learn. Although we become weak but we realize what is right to do.."
Baca Selengkapnya ....
Rabu, 30 November 2011 - 0 komentar

Akibat Pergaulan Bebas

Menutut informasi yang tidak bisa dipercaya baru-baru ini terjadi hal yang mengerikan akibat pergaulan bebas. kita tau Zaman Sudah sampai pada usia yang jompo, menghwatirkan memang melihat apa yang dilakukan anak Jaman sekarang.
budaya Lebay, berlebihan... bahkan Mungkin Lebay adalah bagian dari Pendewasaan diri.
sepertinya ada urutan baru dalam siklus hidup manusia,
- lahir
- anak - anak
- remaja
- lebay
- dewasa
jadi tidak gaul rasanya jika anak muda sekarang sebelum dewasa tidak lebay dulu hhhaa

(insya Allah definisi lebay akan kita bahas diartikel selanjutnya)

pergaulan bebas
Akibat Pergaulan Bebas
kembali ke topik tadi, seperti yang disiarkan di sebuah stasiun televisi swasta. Seorang gadis SMA denga inisial TBS (kita panggil saja "bunga") telah melakuan sesuatu diambang batas kesusilaan. ya Bunga sebagai seorang Ababil ( abege labil: gaol geto lho) memang terlanjung terjebak dalam kehidupan lebay, eh salah... pergaulan bebas.
sebagai anak kost yang jauh dari pantau orang tua Bunga Memang hidup serba bebas, bebas pulang malam, bebas makan apa aja dan bebas minum apa saja :)

singkat kata dia Hamil. dan pacarnya yang setia, yang baik hati, yang selalu mengantarnya kemana aja kini hilang ditelan bumi, tak mau tau dengan keadaan bunga.
Nasi sudah jadi bubur, aborsi pun hendak dilakukan. Apa mau di kata, ternyata janin yang ada didalam perutnya cukup kuat, hingga obat apapun yg dipakai tidak dapat menggugurkan janin tersebut. saat kehamilan mencapai 3 bulan, ketika bunga berada disekolah pendarahan pun terjadi, kemudian dgn alasan terjadi kebocoran pada pembalut, bunga mohon izin untuk ke WC.

seperti dituturkan Ani temanya bunga: "bunga akhir - akhir ini memang terlihat murung, dan pada hari itu bunga meminta izin untuk ke WC, tapi setelah kurang lebih sejam Bunga tak kunjung kembali ke kelas"


Setelah 1 jam bunga tidak kembali ke kelas, gurunya merasa curiga dan menyusulnya ke WC, mendapatkan pintu WC terkunci dan tidak ada jawaban, gurunya menggedor terus menerus. Sementara tu di dalam WC, janin yg dikandung bunga akhirnya gugur keluar. Dalam keadaan panik dan takut ketauan gurunya bunga berinisiatif mengambil janinnya dan MEMAKANNYA… sunhanalloh... tetapi, sebelum janin dimakan habis, gurunya berhasil membuka pintu WC. Pemandangan yang cukup mengerikan, bunga dengan tubuh dan baju bersimbah darah dengan janin yang dipegang ditangan dan sebagian berada dimulut.

sang Guru kemudia menghampiri bunga, dengan Sabar gurunya memberikan sesuatu
padanya sambil berkata: "Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro"

Serius amat bacanya !!!
hhahahaaaaa

apapun makanannya, minumnya teh botol sosro
"Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro"


puisi cinta bahasa inggris klik disini >> sms for girlfriend
Baca Selengkapnya ....
Selasa, 22 November 2011 - 0 komentar

Sekufu itu bukanlah syarat sahnya perkawinan

Seorang Sahabat saya merespon kedunguan saya yang tak mendasar tentang pendapat saya ( yang sebenarnya lebih tepat diartikan sebagai uneg - uneg ) yg salah memaknai kata "sekufu".
dalam artikel  sebelumnya saya pernah menulis pendapat hal yang dimaksud sekufu [baca: Apakah Konsep Sekufu bisa diperjuangkan ?]

terima kasih sudah mengingatkan dan mohon maaf yang sebesar - besarnya.
berikut kutipan diskusinya:

Agama Islam jelas sekali tidak diskriminatif dan tidak rasialis, firman Allah SWT : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan katnu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu …” (Surat 49/Al Hujuraat, ayat 13).

Dalam hadisnya Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang bukan Arab, demikian pula sebaliknya. Dan tidak pula orang putih atas orang hitam, demikian pula sebaliknya. Tetapi kelebihan yangsatu dari yang lain hanyalah dengan ketakwaannya kepada Aljah SWT “. (HR Ashabus sunan).

Kufu itu adalah kesetaraan (kesebandingan atau kesetingkatan) antara suami dengan isteri Antara laki-laki dan perempuan dengan tujuan agar pergaulan suami isteri berjalan/ berlangsung dengan seimbang.

Kufu itu menyangkut hal-hal lahiriah dan bathiniah yang terjadi berkat usaha (kerja keras). Sebagaimana diisyaratkan didalam firman Allah dan hadis Rasulullah SAW bahwa yang mulia itu bukan karena dia kaya, atau karena dia berkulit putih, atau karena ditamatan sekolah tinggi. Tapi yang mulia itu adalah orang yang paling takwa. Dan takwa itu bisa didapat dengan usaha (dengan kerja keras), dimana siapapun bisa mendapatnya, asal saja orang itu mau bekerja keras mendapatkannya

Kemudian kufu itu menyangkut hal-hal lahiriah, misalnya mengenai kekayaan dan status sosial lainnya Kalau orang yang kaya, kemudian kawin dengan yang miskin. Kalau laki-lakinya kaya, ditakutkan kemudian suami itu menganggap rendah isterinya. dengan berkata: “Kamu itu harus bersyukur bisa kawin dengan saya, kalau tidak kamu tetap tinggal diaimah orang tuamu yang gubuk itu!”. Perkataan yang demikian tentu saja menyakitkan hati isteri dan keluarganya.
Atau kalau isterinya yang kaya, dikhawatirkan suaminya itu tidak diiterima oleh keluarga isterinya dengan penuh hormat, sehingga mengganggu keharmonisan kehidupan kekeluargaan mereka. Suaminya bisa minder (rendah diri) terhadap keluarga mertuanya. Tentu saja hal itu tidak baik untuk kehidupan keluarga mereka. Karena itulah dianjurkan agar suami isteri itu hendaknya sekufu (setingkat)


Sekufu itu bukanlah syarat sahnya perkawinan
Sekufu itu bukanlah syarat sahnya perkawinan. Sekalipun tidak sekufu perkawinannya tetap sah. Karena persoalan kufu itu hanyalah merupakan hak dari istri dan hak dari wali istri. Hak itu boleh dipergunakan. Boleh juga tidak dipergunakan.

Bila perempuannya dan walinya redha (rela) dengan keadaan calon suaminya/calon menantunya maka tidak sekufu tidaklah menghalangi terjadinya perkawman. Lain halnya dengan sikap diskriminasi kulit putih dengn kulit hitam, atau antara bangsawan dengan yang bukan bangsawan. Hal yang demikian memanglah diskrimipatif dan rasialis.

Namun bagi orang-orang dengan derajat keimanan tinggi, lagi bersabar serta ikhlas. Maka sekufu selayaknya sudah dikhatamkan sejak semula.

Akhirnya,, jika yang dimaksud sekufu dalam hal keimanan, ketaqwaan dan materi. percayalah masih ada waktu untuk memperjuangkannya. harapan akan selalu ada bagi mereka yang mau berjuang !!
tapi jika alasan sekufu hanyalah sebuah penolakan halus atas banyak hal tidak mungkin dibeberkan secara gamblang, segeralah palingkan arah... buang buang energi saja !!

wallohualam
Baca Selengkapnya ....
Kamis, 17 November 2011 - 0 komentar

Apa yang dimaksud se-Kufu ??

Apa yang dimaksud se-Kufu ??
kufu

Apakah batasan kufu dalam pernikahan? Apakah adanya kecocokan hati, perasaan, cara berpikir, cara pandang dan kefaqihan dalam agama termasuk dalam kekufuan?
Saya temukan sebuah artikel yang sedikit melegakan dahaga keingintahuan akan apa yang dimaksud se-Kufu ?
berikut saya quote:

Para ahli fiqih (fuqaha) berbeda pendapat tentang kafa’ah (kufu) dalam pernikahan, namun yang benar sebagaimana dijelaskan Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma‘ad (4/22), yang teranggap dalam kafa’ah adalah perkara dien (agama). Beliau rahimahullah berkata tentang permasalahan ini diawali dengan menyebutkan beberapa ayat Al Qur’an, di antaranya :

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kalian bersuku-suku dan berkabilah-kabilah agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (Al Hujurat: 13)

“Orang-orang beriman itu adalah bersaudara.” (Al Hujurat: 10)

“Kaum mukminin dan kaum mukminat sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain.” (At Taubah: 71)

“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik…” (An Nur: 26)

Kemudian beliau lanjutkan dengan beberapa hadits, di antaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Tidak ada keutamaan orang Arab dibanding orang ajam (non Arab) dan tidak ada keutamaan orang ajam dibanding orang Arab. Tidak pula orang berkulit putih dibanding orang yang berkulit hitam dan sebaliknya orang kulit hitam dibanding orang kulit putih, kecuali dengan takwa. Manusia itu dari turunan Adam dan Adam itu diciptakan dari tanah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Bani Bayadlah: “Nikahkanlah wanita kalian dengan Abu Hindun.” Maka merekapun menikahkannya sementara Abu Hindun ini profesinya sebagai tukang bekam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah menikahkan Zainab bintu Jahsyin Al Qurasyiyyah, seorang wanita bangsawan, dengan Zaid bin Haritsah bekas budak beliau.
Dan menikahkan Fathimah bintu Qais Al Fihriyyah dengan Usamah bin Zaid, juga menikahkan Bilal bin Rabah dengan saudara perempuan Abdurrahman bin `Auf.

Dari dalil yang ada dipahami bahwasanya penetapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam masalah kufu adalah dilihat dari sisi agama.
Sebagaimana tidak boleh menikahkan wanita muslimah dengan laki-laki kafir, tidak boleh pula menikahkan wanita yang menjaga kehormatan dirinya dengan laki-laki yang fajir (jahat/jelek).

Al Qur’an dan As Sunnah tidak menganggap dalam kafa’ah kecuali perkara agama, adapun perkara nasab (keturunan), profesi dan kekayaan tidaklah teranggap. Karena itu boleh seorang budak menikahi wanita merdeka dari turunan bangsawan yang kaya raya apabila memang budak itu seorang yang ‘afif (menjaga kehormatan dirinya) dan muslim. Dan boleh pula wanita Quraisy menikah dengan laki-laki selain suku Quraisy, wanita dari Bani Hasyim boleh menikah dengan laki-laki selain dari Bani Hasyim. (Zaadul Ma‘ad, 4/22)


artikel ini diambil dari: klik disini
Baca Selengkapnya ....
- 0 komentar

Cinta dari Mata turun ke Hati, benarkah ?

"Cinta dari mata turun ke hati" Benarkah?


cinta dari mata turun ke hati


Benarkah cinta itu datangnya dari mata lantas turun ke hati ?
Rasanya ungkapan itu kurang tepat meskipun tidak salah...
Kalau cinta datangnya selalu dari mata berarti cinta itu ditentukan oleh penampilan, padahal ada pepatah "Cinta itu Buta", dengan kata lain untuk mencintai seseorang kita bahkan ga perlu indra penglihatan. Lagi pula kalau cinta itu datangnya selalu dari mata turun ke hati orang tuna netral ga bakalan merasakan jatuh cinta.

So.. menurutku ngkapan "Cinta, dari mata turun ke hati" rasanya terlalu menyederhanakan sesuatu yang sebenernya ga sederhana.

Terus dari mana datangnya cinta ?
Yang pasti cinta itu telah ada sebelum manusia mengenal cinta.. Bahkan cinta itu akan tetap anda ketika manusia mulai melupakannya.

Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi pendampingku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.
Baca Selengkapnya ....
Rabu, 16 November 2011 - 1 komentar

Apakah Konsep Sekufu bisa diperjuangkan ?

Apakah Konsep Sekufu bisa diperjuangkan ?

kufu

Perlu diingatkan Saya Orang awan seawam-awamnya, orang tidak terdidik dan tak pandai meruntut sebuah masalah. izinkan saya mengeluarkan beberapa pandangan dari kebodohan saya;

dan sebelum melanjutkan membaca artikel ini ada baiknya sedikit flashback [ silakan baca : Apa yang dimaksud se-Kufu ?? ]

aku mempertanyakan Konsep Kekufuan sebagai sebuah sebuah diskriminatif

Bukankah Islam menganut paham kesejajaran antar manuaia dengan tidak membedakan kebangsawanan, kekayaan, atau warna kulit? Bukankah menurut Islam manusia itu dibedakan hanya dari tingkatan takwanya ?

Sedangkan dalam konsep kufu terkandung pengertian ketidak sejajaran (ketidak sederajatan) antara dua manusia yang sebenarnya setara Islam jelas tidak diskriminatif, apa lagi rasialis, konsep kufu itu justru mengesankan Islam mentolerir sikap diskriminatif dan ada kalanya menjadi rasialis.

aku mempertanyakan konsef sekufu sebagai sebuah Cara Menilai dan Membandingkan Keimanan

secara bahasa Kufu itu adalah kesetaraan (kesebandingan atau kesetingkatan).
Jika ternyata dikotomi dalam pengertian sekufu itu dari keimanan. Saya rasa cara pandang manusia teramat berbeda dengan konsepsi cara pandang Tuhan.

kawan saya pernah berkata “siapa yang mampu menilai tingkatan iman seseorang kecuali Allah?”

Jika sekufu dinisbatkan ke dalam pengertian keimanan, bukankah semua orang itu sama imannya? Islam! Lantas mengapa sekufu ditekankan dalam mencari pasangan hidup?

aku mempertanyakan konsef sekufu sebagai syarat sah-nya nikah

sepanjang kedunguan saya, saya hanya mengetahui 4 syarat sah nikah, berikut diantaranya:
1.izin dari wali si wanita
2. keridhaan si wanita sebelum pernikahan.
3. adanya mahar (maskawin) yang diberikan kepada si wanita
4. dihadiri oleh dua orang saksi
apakah konsef sekufu sebagai syarat sah-nya nikah yg ke 5 ?



Apakah Konsep Ke-kufu-an bisa diperjuangkan ?

Jelas sudah kata sekufu membuat saya banyak merenung, meskipun terdengar manis tp mendengung terus ditelinga yang kadang menyentil sisi emosional sebagai bagian dari sebuah penolakan yang keras, menohok,  menghantam dan mengingatkanku pada semua ketiksempurnaan diri.

biarkan aku berasumsi bahwa ini sebuah penolakan yang halus, yang secara tidak langsung menyangkut sisi materi dan kesenjangan ekonomi.

lalu sebagai mahluk yang diwajibkan berihktiar, masih layakkah semua ini dijadikan sebuah motivasi.
Apakah Konsep Ke-kufu-an masih boleh diperjuangkan oleh saya yang tidak sempurna ini ?
Baca Selengkapnya ....