Rabu, 30 November 2011 - 0 komentar

Akibat Pergaulan Bebas

Menutut informasi yang tidak bisa dipercaya baru-baru ini terjadi hal yang mengerikan akibat pergaulan bebas. kita tau Zaman Sudah sampai pada usia yang jompo, menghwatirkan memang melihat apa yang dilakukan anak Jaman sekarang.
budaya Lebay, berlebihan... bahkan Mungkin Lebay adalah bagian dari Pendewasaan diri.
sepertinya ada urutan baru dalam siklus hidup manusia,
- lahir
- anak - anak
- remaja
- lebay
- dewasa
jadi tidak gaul rasanya jika anak muda sekarang sebelum dewasa tidak lebay dulu hhhaa

(insya Allah definisi lebay akan kita bahas diartikel selanjutnya)

pergaulan bebas
Akibat Pergaulan Bebas
kembali ke topik tadi, seperti yang disiarkan di sebuah stasiun televisi swasta. Seorang gadis SMA denga inisial TBS (kita panggil saja "bunga") telah melakuan sesuatu diambang batas kesusilaan. ya Bunga sebagai seorang Ababil ( abege labil: gaol geto lho) memang terlanjung terjebak dalam kehidupan lebay, eh salah... pergaulan bebas.
sebagai anak kost yang jauh dari pantau orang tua Bunga Memang hidup serba bebas, bebas pulang malam, bebas makan apa aja dan bebas minum apa saja :)

singkat kata dia Hamil. dan pacarnya yang setia, yang baik hati, yang selalu mengantarnya kemana aja kini hilang ditelan bumi, tak mau tau dengan keadaan bunga.
Nasi sudah jadi bubur, aborsi pun hendak dilakukan. Apa mau di kata, ternyata janin yang ada didalam perutnya cukup kuat, hingga obat apapun yg dipakai tidak dapat menggugurkan janin tersebut. saat kehamilan mencapai 3 bulan, ketika bunga berada disekolah pendarahan pun terjadi, kemudian dgn alasan terjadi kebocoran pada pembalut, bunga mohon izin untuk ke WC.

seperti dituturkan Ani temanya bunga: "bunga akhir - akhir ini memang terlihat murung, dan pada hari itu bunga meminta izin untuk ke WC, tapi setelah kurang lebih sejam Bunga tak kunjung kembali ke kelas"


Setelah 1 jam bunga tidak kembali ke kelas, gurunya merasa curiga dan menyusulnya ke WC, mendapatkan pintu WC terkunci dan tidak ada jawaban, gurunya menggedor terus menerus. Sementara tu di dalam WC, janin yg dikandung bunga akhirnya gugur keluar. Dalam keadaan panik dan takut ketauan gurunya bunga berinisiatif mengambil janinnya dan MEMAKANNYA… sunhanalloh... tetapi, sebelum janin dimakan habis, gurunya berhasil membuka pintu WC. Pemandangan yang cukup mengerikan, bunga dengan tubuh dan baju bersimbah darah dengan janin yang dipegang ditangan dan sebagian berada dimulut.

sang Guru kemudia menghampiri bunga, dengan Sabar gurunya memberikan sesuatu
padanya sambil berkata: "Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro"

Serius amat bacanya !!!
hhahahaaaaa

apapun makanannya, minumnya teh botol sosro
"Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro"


puisi cinta bahasa inggris klik disini >> sms for girlfriend
Baca Selengkapnya ....
Selasa, 22 November 2011 - 0 komentar

Sekufu itu bukanlah syarat sahnya perkawinan

Seorang Sahabat saya merespon kedunguan saya yang tak mendasar tentang pendapat saya ( yang sebenarnya lebih tepat diartikan sebagai uneg - uneg ) yg salah memaknai kata "sekufu".
dalam artikel  sebelumnya saya pernah menulis pendapat hal yang dimaksud sekufu [baca: Apakah Konsep Sekufu bisa diperjuangkan ?]

terima kasih sudah mengingatkan dan mohon maaf yang sebesar - besarnya.
berikut kutipan diskusinya:

Agama Islam jelas sekali tidak diskriminatif dan tidak rasialis, firman Allah SWT : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan katnu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu …” (Surat 49/Al Hujuraat, ayat 13).

Dalam hadisnya Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang bukan Arab, demikian pula sebaliknya. Dan tidak pula orang putih atas orang hitam, demikian pula sebaliknya. Tetapi kelebihan yangsatu dari yang lain hanyalah dengan ketakwaannya kepada Aljah SWT “. (HR Ashabus sunan).

Kufu itu adalah kesetaraan (kesebandingan atau kesetingkatan) antara suami dengan isteri Antara laki-laki dan perempuan dengan tujuan agar pergaulan suami isteri berjalan/ berlangsung dengan seimbang.

Kufu itu menyangkut hal-hal lahiriah dan bathiniah yang terjadi berkat usaha (kerja keras). Sebagaimana diisyaratkan didalam firman Allah dan hadis Rasulullah SAW bahwa yang mulia itu bukan karena dia kaya, atau karena dia berkulit putih, atau karena ditamatan sekolah tinggi. Tapi yang mulia itu adalah orang yang paling takwa. Dan takwa itu bisa didapat dengan usaha (dengan kerja keras), dimana siapapun bisa mendapatnya, asal saja orang itu mau bekerja keras mendapatkannya

Kemudian kufu itu menyangkut hal-hal lahiriah, misalnya mengenai kekayaan dan status sosial lainnya Kalau orang yang kaya, kemudian kawin dengan yang miskin. Kalau laki-lakinya kaya, ditakutkan kemudian suami itu menganggap rendah isterinya. dengan berkata: “Kamu itu harus bersyukur bisa kawin dengan saya, kalau tidak kamu tetap tinggal diaimah orang tuamu yang gubuk itu!”. Perkataan yang demikian tentu saja menyakitkan hati isteri dan keluarganya.
Atau kalau isterinya yang kaya, dikhawatirkan suaminya itu tidak diiterima oleh keluarga isterinya dengan penuh hormat, sehingga mengganggu keharmonisan kehidupan kekeluargaan mereka. Suaminya bisa minder (rendah diri) terhadap keluarga mertuanya. Tentu saja hal itu tidak baik untuk kehidupan keluarga mereka. Karena itulah dianjurkan agar suami isteri itu hendaknya sekufu (setingkat)


Sekufu itu bukanlah syarat sahnya perkawinan
Sekufu itu bukanlah syarat sahnya perkawinan. Sekalipun tidak sekufu perkawinannya tetap sah. Karena persoalan kufu itu hanyalah merupakan hak dari istri dan hak dari wali istri. Hak itu boleh dipergunakan. Boleh juga tidak dipergunakan.

Bila perempuannya dan walinya redha (rela) dengan keadaan calon suaminya/calon menantunya maka tidak sekufu tidaklah menghalangi terjadinya perkawman. Lain halnya dengan sikap diskriminasi kulit putih dengn kulit hitam, atau antara bangsawan dengan yang bukan bangsawan. Hal yang demikian memanglah diskrimipatif dan rasialis.

Namun bagi orang-orang dengan derajat keimanan tinggi, lagi bersabar serta ikhlas. Maka sekufu selayaknya sudah dikhatamkan sejak semula.

Akhirnya,, jika yang dimaksud sekufu dalam hal keimanan, ketaqwaan dan materi. percayalah masih ada waktu untuk memperjuangkannya. harapan akan selalu ada bagi mereka yang mau berjuang !!
tapi jika alasan sekufu hanyalah sebuah penolakan halus atas banyak hal tidak mungkin dibeberkan secara gamblang, segeralah palingkan arah... buang buang energi saja !!

wallohualam
Baca Selengkapnya ....
Kamis, 17 November 2011 - 0 komentar

Apa yang dimaksud se-Kufu ??

Apa yang dimaksud se-Kufu ??
kufu

Apakah batasan kufu dalam pernikahan? Apakah adanya kecocokan hati, perasaan, cara berpikir, cara pandang dan kefaqihan dalam agama termasuk dalam kekufuan?
Saya temukan sebuah artikel yang sedikit melegakan dahaga keingintahuan akan apa yang dimaksud se-Kufu ?
berikut saya quote:

Para ahli fiqih (fuqaha) berbeda pendapat tentang kafa’ah (kufu) dalam pernikahan, namun yang benar sebagaimana dijelaskan Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma‘ad (4/22), yang teranggap dalam kafa’ah adalah perkara dien (agama). Beliau rahimahullah berkata tentang permasalahan ini diawali dengan menyebutkan beberapa ayat Al Qur’an, di antaranya :

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kalian bersuku-suku dan berkabilah-kabilah agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (Al Hujurat: 13)

“Orang-orang beriman itu adalah bersaudara.” (Al Hujurat: 10)

“Kaum mukminin dan kaum mukminat sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain.” (At Taubah: 71)

“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik…” (An Nur: 26)

Kemudian beliau lanjutkan dengan beberapa hadits, di antaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Tidak ada keutamaan orang Arab dibanding orang ajam (non Arab) dan tidak ada keutamaan orang ajam dibanding orang Arab. Tidak pula orang berkulit putih dibanding orang yang berkulit hitam dan sebaliknya orang kulit hitam dibanding orang kulit putih, kecuali dengan takwa. Manusia itu dari turunan Adam dan Adam itu diciptakan dari tanah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Bani Bayadlah: “Nikahkanlah wanita kalian dengan Abu Hindun.” Maka merekapun menikahkannya sementara Abu Hindun ini profesinya sebagai tukang bekam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah menikahkan Zainab bintu Jahsyin Al Qurasyiyyah, seorang wanita bangsawan, dengan Zaid bin Haritsah bekas budak beliau.
Dan menikahkan Fathimah bintu Qais Al Fihriyyah dengan Usamah bin Zaid, juga menikahkan Bilal bin Rabah dengan saudara perempuan Abdurrahman bin `Auf.

Dari dalil yang ada dipahami bahwasanya penetapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam masalah kufu adalah dilihat dari sisi agama.
Sebagaimana tidak boleh menikahkan wanita muslimah dengan laki-laki kafir, tidak boleh pula menikahkan wanita yang menjaga kehormatan dirinya dengan laki-laki yang fajir (jahat/jelek).

Al Qur’an dan As Sunnah tidak menganggap dalam kafa’ah kecuali perkara agama, adapun perkara nasab (keturunan), profesi dan kekayaan tidaklah teranggap. Karena itu boleh seorang budak menikahi wanita merdeka dari turunan bangsawan yang kaya raya apabila memang budak itu seorang yang ‘afif (menjaga kehormatan dirinya) dan muslim. Dan boleh pula wanita Quraisy menikah dengan laki-laki selain suku Quraisy, wanita dari Bani Hasyim boleh menikah dengan laki-laki selain dari Bani Hasyim. (Zaadul Ma‘ad, 4/22)


artikel ini diambil dari: klik disini
Baca Selengkapnya ....
- 0 komentar

Cinta dari Mata turun ke Hati, benarkah ?

"Cinta dari mata turun ke hati" Benarkah?


cinta dari mata turun ke hati


Benarkah cinta itu datangnya dari mata lantas turun ke hati ?
Rasanya ungkapan itu kurang tepat meskipun tidak salah...
Kalau cinta datangnya selalu dari mata berarti cinta itu ditentukan oleh penampilan, padahal ada pepatah "Cinta itu Buta", dengan kata lain untuk mencintai seseorang kita bahkan ga perlu indra penglihatan. Lagi pula kalau cinta itu datangnya selalu dari mata turun ke hati orang tuna netral ga bakalan merasakan jatuh cinta.

So.. menurutku ngkapan "Cinta, dari mata turun ke hati" rasanya terlalu menyederhanakan sesuatu yang sebenernya ga sederhana.

Terus dari mana datangnya cinta ?
Yang pasti cinta itu telah ada sebelum manusia mengenal cinta.. Bahkan cinta itu akan tetap anda ketika manusia mulai melupakannya.

Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi pendampingku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.
Baca Selengkapnya ....
Rabu, 16 November 2011 - 1 komentar

Apakah Konsep Sekufu bisa diperjuangkan ?

Apakah Konsep Sekufu bisa diperjuangkan ?

kufu

Perlu diingatkan Saya Orang awan seawam-awamnya, orang tidak terdidik dan tak pandai meruntut sebuah masalah. izinkan saya mengeluarkan beberapa pandangan dari kebodohan saya;

dan sebelum melanjutkan membaca artikel ini ada baiknya sedikit flashback [ silakan baca : Apa yang dimaksud se-Kufu ?? ]

aku mempertanyakan Konsep Kekufuan sebagai sebuah sebuah diskriminatif

Bukankah Islam menganut paham kesejajaran antar manuaia dengan tidak membedakan kebangsawanan, kekayaan, atau warna kulit? Bukankah menurut Islam manusia itu dibedakan hanya dari tingkatan takwanya ?

Sedangkan dalam konsep kufu terkandung pengertian ketidak sejajaran (ketidak sederajatan) antara dua manusia yang sebenarnya setara Islam jelas tidak diskriminatif, apa lagi rasialis, konsep kufu itu justru mengesankan Islam mentolerir sikap diskriminatif dan ada kalanya menjadi rasialis.

aku mempertanyakan konsef sekufu sebagai sebuah Cara Menilai dan Membandingkan Keimanan

secara bahasa Kufu itu adalah kesetaraan (kesebandingan atau kesetingkatan).
Jika ternyata dikotomi dalam pengertian sekufu itu dari keimanan. Saya rasa cara pandang manusia teramat berbeda dengan konsepsi cara pandang Tuhan.

kawan saya pernah berkata “siapa yang mampu menilai tingkatan iman seseorang kecuali Allah?”

Jika sekufu dinisbatkan ke dalam pengertian keimanan, bukankah semua orang itu sama imannya? Islam! Lantas mengapa sekufu ditekankan dalam mencari pasangan hidup?

aku mempertanyakan konsef sekufu sebagai syarat sah-nya nikah

sepanjang kedunguan saya, saya hanya mengetahui 4 syarat sah nikah, berikut diantaranya:
1.izin dari wali si wanita
2. keridhaan si wanita sebelum pernikahan.
3. adanya mahar (maskawin) yang diberikan kepada si wanita
4. dihadiri oleh dua orang saksi
apakah konsef sekufu sebagai syarat sah-nya nikah yg ke 5 ?



Apakah Konsep Ke-kufu-an bisa diperjuangkan ?

Jelas sudah kata sekufu membuat saya banyak merenung, meskipun terdengar manis tp mendengung terus ditelinga yang kadang menyentil sisi emosional sebagai bagian dari sebuah penolakan yang keras, menohok,  menghantam dan mengingatkanku pada semua ketiksempurnaan diri.

biarkan aku berasumsi bahwa ini sebuah penolakan yang halus, yang secara tidak langsung menyangkut sisi materi dan kesenjangan ekonomi.

lalu sebagai mahluk yang diwajibkan berihktiar, masih layakkah semua ini dijadikan sebuah motivasi.
Apakah Konsep Ke-kufu-an masih boleh diperjuangkan oleh saya yang tidak sempurna ini ?
Baca Selengkapnya ....
Selasa, 01 November 2011 - 0 komentar

Siapakan Lelaki yang Menulis Surat ini dan Untuk Siapa ?

Siapakan Lelaki yang Menulis Surat ini dan Untuk Siapa ?

dimanapun kau berada...



Hai perempuanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap di hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.



Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.



Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat - ayat suci kepada anak - anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji.



Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.



Cinta, izinkanlah aku nanti, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki - laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.



Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei Batariku.



Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.



Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.



Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.



Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.



Bidadariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.



Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.



Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.



Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…

Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku



Calon Imam hidupmu
Baca Selengkapnya ....